
SELF LOVE UNTUK MENUMBUHKAN DAN MEMELIHARA KESEHATAN MENTAL
Oleh: Puri Aquarisnawati, M.Psi, Psikolog
Dalam kehidupan, manusia tidak dapat terlepas dari suatu permasalahan. Permasalahan yang dihadapi seringkali membuat individu berada dalam situasi yang tidak menguntungkan, sehingga menyebabkan beberapa problem psikologis. Kondisi stres merupakan salah satu problem psikologis yang khas, yang sering dialami oleh individu. Pada permasalahan yang lebih berat dan/atau traumatik, individu bahkan dapat berada dalam kondisi depresi. Psikologi merupakan ilmu tentang perilaku, dengan pengertian bahwa suatu perilaku muncul atau aktivitas-aktivitas yang dilakukan merupakan manifestasi kehidupan psikis (Saleh, 2018). Artinya, ketika individu mengalami goncangan psikis, perilaku-perilaku yang muncul merupakan gambaran dari kondisi psikologis yang dialami. Perilaku yang muncul cukup beragam namun tidak jarang perilaku yang muncul cenderung mengarah pada perilaku yang merugikan diri sendiri, hingga akhirnya dapat berdampak pada orang-orang disekitarnya.
Sebenarnya setiap individu secara alami memiliki kemampuan untuk dapat mengarahkan perilakunya ketika menghadapi suatu permasalahan. Hanya saja ketika sedang mengalami permasalahan, individu seringkali dikuasai oleh pikiran-pikiran negatif dan emosi, sehingga akhirnya pikiran dan emosi tersebut termanifestasi ke dalam bentuk perilaku (Bartens, 2006; Freud, 2009) ‘menyiksa diri’ yang merugikan. Pada titik inilah individu seringkali lupa tentang pentingnya mencintai diri sendiri (self love).
Self love adalah suatu bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap diri sendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual (Khoshaba, 2012). Self love merupakan tindakan yang diperlukan untuk menuju kearah kesehatan mental pribadi yang tidak dapat disamakan dengan suatu tindakan atau perilaku yang egois, yang hanya mementingkan diri sendiri. Ketika individu sedang berada dalam kondisi mental yang lemah akibat menghadapi permasalahan yang bertubi-tubi, individu perlu berhenti sejenak dengan ‘menanggalkan’ masalahnya dan mulai memberikan apresiasi terhadap diri sendiri, serta mulai menanamkan pada pikiran bahwa diri kita berharga (Fromm, 1983). Penting untuk mulai memahami bahwa diri kita terlalu berharga untuk terus tenggelam dalam suatu masalah. Tujuannya adalah untuk menjaga mental agar tetap berada dalam kondisi yang sehat sehingga mampu berperilaku adaptif di dalam lingkungan.

Self love dapat diawali dengan membentuk pemahaman bahwa sebagai manusia kita pasti memiliki kekuatan dan kelemahan dalam merespon serta bereaksi terhadap stimulus yang datang. Menerima kekurangan diri, memaafkan diri sendiri, akan membantu individu untuk dapat berdamai dengan dirinya sendiri, sehingga pada akhirnya dapat berdamai dengan permasalahan yang dihadapi dan juga berdamai dengan masa lalunya. Senada dengan pernyataan Henschke & Sedlemeier (2021), bahwa individu yang telah menerapkan self love akan berusaha untuk memahami dan menghadapi dirinya sendiri, menerima kekuatan dan kekurangan diri sendiri, serta mau untuk merawat dirinya sendiri dan membentuk hubungan yang sehat secara sadar dan aktif.

Self love merupakan sikap kebaikan yang dilakukan individu kepada diri sendiri yang dapat dipelajari dan bertahan seumur hidup. Artinya self love dapat dipelajari, dipertahankan dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Self-love memiliki fungsi dan peranan yang besar untuk menumbuhkan dan memellihara individu menjadi pribadi yang sehat secara fisik maupun psikologis. Hay (1997) dalam bukunya yang berjudul “You Can Heal Your Life” menuliskan tentang cara-cara yang dapat dilakukan tentang bagaimana untuk memulai mencintai diri sendiri:
1. Stop All Criticism Individu harus berhenti mengkritik diri sendiri dan menerima diri apa adanya. Terus menerus mengkritik diri sendiri secara tidak langsung dapat membentuk pemikiran-pemikiran negatif yang dapat tertanam pada diri sendiri, sehingga akhirnya dapat mempengaruhi penilaian pribadi.
2. Forgive Yourself Memaafkan diri sendiri dengan cara memaafkan masa lalu yang membebani diri kita. Perlu dipahami bahwa manusia akan terus bertumbuh dan berubah seiring berjalannya waktu. Memaafkan diri sendiri akan membuat diri kita belajar menjalani hidup yang berbeda dari masa lalu.
3. Don’t Scare Yourself Berhenti melakukan teror terhadap diri sendiri dengan tidak membebani pikiran dengan kekhawatiran-kekhawatiran dan ketakutan-ketakutan tentang masalah yang dihadapi.
4. Be Gentle and Kind and Patient Individu harus mulai memperlakukan diri sendiri dengan lembut, bersikap baik kepada diri sendiri, menyayangi diri sendiri dan memberikan penghargaan/apresiasi kepada diri sendiri karena telah berhasil melalui banyak hal.
5. Be Kind to Your Mind Mulailah memasukkan pemikiran-pemikiran positif dalam pikiran kita secara bertahap. Ketika merasakan ada pemikiran negatif yang muncul, segera alihkan dengan pemikiran positif dan lakukan aktivitas yang menyenangkan.
6. Praise Yourself
Memberikan pujian pada diri sendiri. Memuji diri sendiri pada setiap hal atau pencapaian kecil yang sudah dilakukan. Memberikan penghargaan kepada diri sendiri akan membuat kita lebih menghargai diri sendiri dan menyadari bahwa diri kita berharga.
7. Support Yourself
Temukan cara untuk mendukung diri sendiri, baik dari teman maupun orang-orang terdekat yang dapat dipercaya. Menemui dan berkonsultasi dengan psikolog juga merupakan langkah positif untuk memberikan dukungan mental bagi diri sendiri.
8. Be Loving to Your Negatives
Menerima dan berdamai dengan semua kekurangan yang dimiliki, memahami bahwa kekurangan tersebut merupakan bagian dari diri sendiri, lalu individu perlu belajar bagaimana menangani kekurangan yang dimiliki agar tidak menguasai pribadi.
9. Take Care of Your Body
Selama tenggelam dalam permasalahan seringkali individu lalai dalam merawat diri sendiri, sehingga tubuh menjadi kurang sehat, lebih sering merasa sakit, dan memiliki aura yang tidak menarik. Merawat diri sendiri dapat dilakukan dengan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh tubuh agar dapat berfungsi secara optimal. Seperti mulai berolahraga, makan makanan sehat, merawat tubuh, dan sebagainya.
10. Do Mirror Work
Mengekspresikan rasa cinta yang dimiliki kepada diri sendiri. Berdirilah di depan cermin dan katakan setidaknya sekali sehari, “aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu!”, “kamu hebat telah berhasil bertahan sejauh ini!”, “teruskan!!”.
11. Love Yourself , Do It Now
Seringkali individu merasa tidak sempat dan tidak mengetahui cara memulai untuk melakukan self love. Tidak perlu mencari waktu yang tepat untuk mencintai diri sendiri dan menyadari bahwa diri kita berharga, mulailah mencintai diri sendiri dari sekarang.
12. Have Fun Mulai melakukan hal-hal yang menyenangkan. Sesekali mengajak diri untuk bersenang-senang secara positif atau memanjakan diri sendiri adalah cara yang dapat dilakukan untuk melepaskan diri dari beban. Tersenyum, tertawa, dan bersuka cita adalah usaha diri sendiri untuk ‘mengajak’diri lebih menyayangi diri sendiri.
Secara holistik, self love adalah sesuatu yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik, mental, bahkan aspek spiritual individu. Menerapkan self love menunjukkan bahwa individu menghargai diri sendiri sebagai seseorang yang berharga dan layak dicintai.
Pustaka:
Fromm, E. (1983). Seni Mencintai. Jakarta: Sinar Harapan
Freud, S (2009). Pengantar Umum Psikoanalisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bertens, K. (2006) . Psikoanalisis Sigmund Freud. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hay, L.L (1997). You can heal your life. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Henschke, E., & Sedlmeier, P. (2021). What is self-love? Redefinition of a controversial construct. The Humanistic Psychologist. Advance online publication. http://dx.doi.org/10.1037/hum0000266
Khoshaba, D. (2012). A seven step prescription for self-love. Diambil pada Oktober 20,2023. Psychology today: https://www.psychologytoday.com/us/blog/get-hardy/201203/seven-step-prescription-self-love Saleh, Adnan A. (2018). Pengantar Psikologi. Makasar: Aksara Timur.



